jump to navigation

Ilmu dan KeTuhanan bagai Dua Sisi Mata Uang December 28, 2008

Posted by rachmaona in education.
trackback

Kazuo Murakami, seorang pakar genetika terkemuka di dunia, dalam bukunya yang berjudul The Divine Massage of DNA. Menerangkan bahwa ujung dari segala penelitian yang telah ia lakukan adalah rasa kekagumannya yang mendalam pada sebuah titik, yang ia sebut sebagai “Sang Agung”.
Dalam setiap penelitiannya ia selalu menemuka bahwa gen mempunyai sistem kerja yang luar biasa dan tidak mungkin tercipta dari sesuatu yang biasa. Susunan dan kerja gen yang luar biasa pasti berasal dari suatu hal yang luar biasa pula. Murakami menyebut sesuatu yang luar biasa tersebut sebagai ” Sang Agung”.

Ia menyimpulkan bahwa sesungguhnya manusia selama ini hanyalah menggali apa yang sebenarnya telah sejak lama ada dan tercipta oleh kehendak Sang Agung. Sekalipun manusia dapat melakukan kloning dan rekayasa genetika, sesungguhnya manusia selama itu hanyalah menggali apa yang sudah terjadi. Mencoba mengkombinasikan gen-gen yang ada sehingga muncullah sesuatu yang lebih menarik.

Saat Murakami mencoba untuk semakin menggali rahasia gen, ia semakin sadar bahwa sesungguhnya pengetahuan yang ia miliki amatlah minim. Ia sadar bahwa semakin ia menggali maka semakin ia menemukan hal-hal baru di luar batas pikiran dan kapasitas manusia. Artinya ia semakin sadar akan keberadaan “Sang Agung” yang telah menciptakan gen sedemikian rupa sejak berjuta-juta tahun yang lalu dengan bentuk, susunan, dan cara kerja yang amat unik. Sehingga kesadaran tersebut akan membawa manusia mengakui bahwa segala daya upanya dalam pengetahuan tak akan pernah sebanding dengan apa yang telah didesign oleh “Sang Agung”.

Tuhan…..
GOD…….
Allah……..
adalah bahasa universal yang pasti dikenal oleh seluruh manusia di alam ini. Ia dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Ia ada dan telah menhadiahkan kehidupan dan bumi yang begitu indah.
Terkadang manusia yang congkak (mungkin termasuk saya hehe….) merasa bangga bahkan lupa ketika berhasil menemukan hal baru yang sebelumnya belum pernah ada. Bahkan tak jarang, akhirnya beberapa manusia lebih mengimani ilmu pengetahuan dan mencoba merasionalkan segalanya, hingga menafikkan Tuhan.

Ilmu dan KeTuhanan bagai dua sisi mata uang. selamanya tak akan pernah dapat terpisahkan. semakin anda mempelajari ilmu semakin anda menemukan ketakjuban pada Tuhan.
pepatah bijak mengatakan
“Ilmu manusia itu bagaikan tetesan air yang jatuh dari ujung jarum, sedangkan untuk menulis ilmu yang dikuasai Tuhan memerlukan tinta yang banyaknya melebihi lautan “.(QS)

Saya sendiri begitu takjub akan kata Tuhan…..
mencoba untuk semakin memahami dan menggali ilmu, semakin membuat saya sadar bahwa saya adalah makhluk yang rapuh tanpa kuasa Tuhan.
Bahkan ilmu yang saya kuasai sekalipun tak akan pernah membuat saya merasa aman, jika dalam hati saya, saya tengah merasa jauh dari Tuhan.
saya sangat sadar bahwa saya masih sangat kurang sempurna dalam mengungkapkan rasa terima kasih saya….

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: