jump to navigation

Enterpreneur Apan Sich…………………… March 16, 2009

Posted by rachmaona in 1.
1 comment so far

Pengertian Enterpreneurship dan Entrepeneur
Enterpreneurship merupakan hal yang lebih merujuk kepada kepribadian dan semangat tertentu, yaitu pribadi yang mulia, kemandirian, inovasi, pengambilan keputusan dan penerapan tujuan yang telah dipertimbangkan. Entrepreneur merupakan seorang yang mempunyai mental dan semangat entrepreneurship, bermental kuat, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, efisiensi waktu, kreativitas, ketabahan, ulet, kesungguhan, dan bertujuan untuk selalu mempersiapkan pribadi maupun masyarakat agar data hidup layak sebagai manusia, sehingga kehadirannya berdampak positif bagi pengembangan dirinya sendiri, masyarakat, alam dan kehidupan (Nasution, et al 2001).

terus gimana cara mengenali ciri-ciri enterpreneur ??????

(more…)

Advertisements

Entrepreneurship sebagai Sarana Optimalisasi Jati Diri March 14, 2009

Posted by rachmaona in 1.
add a comment

In this world no one is in a same condition. I’m not you and you’re not me. In a brief statement all of us in this world is different, me and you has a different role.
But We are a God creature, and we dream about beautiful life base our capability. Entrepreneurship assist you to get that dream.
Di dunia ini tidak seorang pun berada pada kondisi yang sama. Saya berbeda dengan anda dan anda berbeda dengan saya. Pikiran, perasaan, fisik, hingga DNA saya sangat berbeda dengan anda. Dalam kata yang singkat, kita semua berbeda dan memiliki masing-masing peran yang berbeda.
Namun dibalik semua perbedaan tersebut terdapat satu kesamaan yang tidak dapat dihindari. Masing-masing dari kita bernaung dalam nama yang sama, kita adalah makhluk bernama manusia. Manusia yang memiliki kepentingan untuk hidup di bumi ini.
Kemudian kepentingan yang seperti apa? Yaitu kepentingan untuk hidup secara layak, bahagia dan tentram baik secara jasmani maupun rohani, sesuai jati diri kita masing-masing.
Enterpreneurship merupakan istilah yang tengah gencar-gencarnya didengungkan beberapa waktu terakhir. Setelah saya telusuri, rupanya enterpreneurship memiliki banyak pemaknaan dan telah diterapkan di berbagai bidang. Ada yang memaknai sebagai kemampuan melihat peluang dan resiko. Ada yang mengartikan sebagai keberanian dan keahlian untuk memulai bisnis. Ada juga yang memaknai sebagai kemampuan seseorang untuk bermanfaat secara sosial.
Dalam buku The Spirit of Enterpreurship, karangan Nandram (Nyenrode Universiteit, Belanda) dan Samsom (worldwide lecturer in entrepreneurship), dijelaskan bahwa Richard Cantillon (1680-1734) adalah seorang ahli filsafat pertama yang menaruh perhatian besar terhadap istilah enterpreneurship. Cantillon melihat sebuah peran entrepreneur dalam sebuah masyarakat, dalam kata lain untuk membawa supply and demand ke dalam kondisi yang seimbang, dengan profit sebagai motifnya.
Pemaknaan Cantillon tersebut kini telah mengalami perluasan. Seperti yang telah disebutkan di atas istilah entrepreneurship berkembang dan mengalami banyak pemaknaan serta penerapan di berbagai bidang. Bahkan entrepreneurship bukan lagi dikaitkan dengan ekonomi semata. Lebih dari itu enterpreneurship berhubungan dengan istilah yang lebih luas yaitu resiko, peluang, manfaat, dan semangat (passion).
Lalu apa hubungannya dengan keberadaan manusia seperti yang telah disinggung di atas? Manusia yang memiliki peran berbeda, dapat menggunakan sarana enterpreneurship untuk mempertegas perannya sebagai manusia yang memiliki kehidupan di bumi ini. Enterpreneurship memudahkan manusia untuk mencapai tujuan kesejahteraan hidup, yaitu hidup dengan layak, bahagia, dan tentram seperti yang telah diimpikan setiap manusia.

Bagaimana caranya?
(more…)

Tanduk Majeng Presented in Bangkok March 12, 2009

Posted by rachmaona in ekonomi.
add a comment

Namanya tidak terlalu sulit untuk diingat. Bu Tini….

Wanita satu ini juga sulit untuk dilupakan walaupun hanya sekali saja anda bertemu dengannya. Logat Madura dan guyonan  segar yang ia tawarkan dijamin membuat anda ketagihan untuk  bertemu dengannya. Terhibur? Pastinya…… Tapi bukan sifat Bu Tini yang pandai ber-guyon ria yang ingin saya paparkan dalam tulisan ini, tetapi lebih kepada karakter bisnis dan social entrepreneur yang dimiliki oleh Bu Tini.

“Nama saya Bu Tini mbak“, begitulah cara beliau memperkenalkan diri kepada saya.

Bu Tini berdarah Madura, usianya kurang lebih 40 tahun ke atas dan menamatkan pendidikan terakhirnya di bangku SMA kota Situbondo.   Ia seorang wiraswasta di bidang pengolahan makanan dari kota Situbanda. Kripik gayam menjadi produk andalan beliau.

Kini Bu Tini telah tergabung dalam sebuah organisasi bernama HWPRI (Himpunan Wanita Pekerja Rumahan Indonesia).  HWPRI yang didirikan sejak tahun 1995 menampung para wanita yang mempunyai kegiatan perekonomian di rumahnya. Bu Tini yang tertarik karena merasa mempunyai latar belakang wanita pekerja rumahan tersebut merasa perlu bergabung dengan HWPRI, dan saat ini Bu Tini menjabat sebagai ketua HWPRI nasional.

Ketika saya berdialog langsung dengan Bu Tini, Bu Tini menceritakan suka dukanya dalam menjalankan kewajibannya di HWPRI. HWPRI selain menjadi wadah untuk mengembangkan kegiatan perekonomian anggotanya, juga sangat peduli dengan pemberdayaan wanita pekerja rumahan yang pendapatannya sangat minim. Terutama wanita pekerja rumahan yang bekerja sebagai tenaga lepas. Tenaga lepas adalah para wanita yang mengambil garapan dari rumah majikannya dan mengerjakannya di rumah atau oleh majikannya disediakan tempat khusus untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Bu Tini dan kawan-kawannya di HWPRI membantu para wanita tersebut melalui kegiatan-kegiatan bakti sosial, pelatihan dan pembinaan.

Yang menarik adalah pengalaman BU Tini sebagai perwakilan HWPRI Indonesia yang harus presentasi di Bangkok Thailand dalam acara yang diselenggarakan oleh OXfam.

“Saya waktu itu presentasi di Bangkok. Itu pengalaman pertama saya pergi naik pesawat dan ke luar negeri. di sana saya harus presentasi di depan perwakilan negara-negara di ASEAN. Pake bahasa Inggris lagi. jadi setelah saya buat draft materi yang harus saya sampaikan, saya meminta bantuan teman saya yang fasih bahasa inggris untuk mentranslate-nya. Tapi jangan tanya waktu saya harus menjawab pertanyaan. Teman saya yang akhirnya saya gandeng ke depan….Hehehe…..”, katanya sambil tertawa.

Mendengar pengalamannya yang satu itu satu hal yang saya katakan pada beliau…..

WAH…..salut bu….semangat.